BAB KETIGA PERKEMBANGAN


 

A.      Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan

Saat ini, para ahli percaya bahwa perkembangan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor lingkunan. Pada saat lahir seorang bayi telah membawa semua jenis keterampilan  mental dan predisposisi sebagai potensi awal yang sangat dibutuhkan bagi perkembangan selanjutnya. Inilah yang disebut sebagai faktor hereditas dan pembawaan.

Hereditas adalah pewarisan atau pemindahan biologis karakteristik individu dari pihak orang tuanya. Faktor hereditas disebut sebagai faktor pembawaan atau endogen atau genetic adalah faktor atau sifat yang dibawa oleh gen yang berasal dari kedua orang tua individu sejak terjadinya konsepsi melalui proses genetic.

Lingkungan adalah segala material dan stimuli yang ada didalam dan di luar individu. Faktor lingkungan atau faktor eksogen adalah faktor yang berasal dari luar diri individu. Lingkungan mencakup lingkunga bilogis, lingkungan psikologis, dan lingkungan sosio-kultural.

Hereditas dan lingkungan bekerja bersama-sama atau berkolaborasi untuk menghasilkan perkembangan individu. Para ahli berpendapat bahwa hereditas lebih banyak mempengaruhi inteligensi dibandingkan dengan lingkungan, sedang sifa-sifat emosional seperti perasaan takut, kemauan, dan sebagainya lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan dibandingkan dengan hereditas.

Aspek perkembangan yang sangat terkait dengan faktor-faktor hereditas adalah kematangan (maturation), dan sedangkan aspek perkembangan yang sangat terkait denag faktor lingkungan adalah belajar (learning). Perkembanga adalah proses pertumbuhan atau perkembangan fisik organisme sebagai hasil potensi genetic, sedang belajar adalah proses perubahan perkembangan dasar pada individu sebagai hasil dari pengalaman atau latihan.

Para ahli berpendapat tentang fakto-faktor yang mempengaruhi perkembangan.  Dalam hal ini terdapat tiga aliran pendapat, yaitu nativisme, empirisme, dan konvergensi. Aliran nativisme berpendapat bahwa perkembangan individu itu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir. Aliran empirirsme sebaliknya berpendapat bahwa perkembangan itu semata-mata dibawa oleh faktor lingkungan. Aliran konvergensi berpendapat bahwa dalam perkembangan individu baik faktor pembawa maupun faktor lingkungan memiliki peranan penting.

 

B.       Periodesasi dan Ciri Perkembangan

Dalam perspektif ini, kehidupan manusia terbagi dalam tiga masa, yaitu masa prenatal, masa perinatal, dan masa post natal.

Sigmudn Freud, membagi masa post natal menjadi empat fase, yaitu:

1)        Fase oral

2)        Fase ana

3)        Fase phalik

4)        Fase genital

Hurlock membagi rentang kehidupan manusia pada masa post natal menjadi Sembilan fase, yaitu:

1.      Masa orak (kelahiran – 2minggu)

2.      Masa Bayi (2 minggu – 2 tahun)

3.      Masa Awal kanak-kanak (2 - 6 tahun)

4.      Masa Akhir anak-anak (6 – 10/12 tahun)

5.      Masa Puber (10/12 – 13/14 tahun)

6.      Masa Remaja (13/14 – 18 tahun)

7.      Masa Dewasa (18- 40 tahun)

8.      Masa Usia pertengahan (40 -60 tahun)

9.      Masa Usia Lanjut (60 tahun ke atas)

Dengan cara yang sedikit berbeda, Cole membagi masa post natal ini menjadi dua belas, yaitu:

1.    Masa bayi (0 – 2 tahun)

2.    Masa kanak-kanak awal (2 – 6 tahun)

3.    Masa kanak-kanak pertengahan (6 – 11/13 tahun)

4.    Masa kanak-kanak akhir (11/13 – 13/15 tahun)

5.    Masa remaja awal (13/15 – 15/17 tahun)

6.    Masa remaja pertengahan (15/17 – 18/19 tahun)

7.    Masa remaja akhir (18/19 – 21 tahun)

8.    Masa dewasa awal (21 – 35 tahun)

9.    Masa dewasa pertengahan (35 - 50 tahun)

10.                        Masa dewasa akhir (50 – 65 tahun)

11.                        Masa tua awal (65 – 75 tahun)

12.                        Masa dewasa akhir (75 tahun ke atas)

 

Santrock membagi tahapan perkembangan manusia menjadi lima masa, yaitu:

1.     Masa prakelahiran (mulai konsepsi hingga kelahiran0

2.    Masa bayi (dari lahir hingga 18 – 24 bulan)

3.    Masa kanak-kanak (2 – 5/6 tahun)

4.    Masa kanak-kanak akhir (6 – 11 tahun)

5.    Masa remaja (10-12 tahun s.d 18-22 tahun)

Dalam kategori lain, berdasarkan sifat perkembanganyang terjadi, kehidupan manusia dikelompokkan menjadi 3 masa, yaitu masa progresif (0 – 25 tahun), masa statis (25 – 50 tahun), dan masa regresif (50 tahun ke atas). Proses perkembangan yang dialami manusia lewat tahap-tahap perkembangan tersebut mencakup berbagai aspek, baik fisik, motoric, inteligensi, emosi, social, dan sebagainya, serta bersifat individual.

 

C.      Perkembangan Menurut Perspektif Islam

                        Menurut Mujib dan Mudzakir, periodesasi perkembangan manusia yang dikemukakan para ahli psikologi tersebut hanya bersifat rendah dan temporer. Dalam Islam, diyakini bahwa manusia hidup melalui empat alam, yaitu alam Rahim, alam dunia, alam barzah, alam akhirat.

                        Periodesadi perkembangan manusia menurut islam terbagi menjadi tiga periode. Pertama, periode prakonsepsi, yaitu perkembangan manusia sebelum terjadinya pembuahan ovum oleh sperma.

                        Kedua, periode pre-natal, yaitu perkembangan manusia yang dimulai setelah terjadinya konsepsi hingga lahir. Periode ini terbagi lagi menjadi empat, yaitu:

a)      Fase nuthfah (zigot)

b)      Fase alaqah (embrio)

c)      Fase mudghah (janin)

d)     Fase peniupan ruh ke dalam janin setelah usia janin mencapai empat  bulan

Ketiga, periode kelahiran sampai meninggal dunia, periode ini terbagi menjadi enam fase, yaitu:

a)    Fase neo-natus

b)   Fase kanak-kanak (al-thifl)

c)    Fase tamyiz

d)   Fase baligh

e)    Fase kearifan dan kebijakan

f)    Fase kematian.

Keempat, periode alam akhirat, yang dimulai dari penipuan sangkakala dan kebangkitan ruh setelah hari kiamat. Periode ini terbagi lagi menjadi lima fase yaitu:

a)    Fase yawm ba’ats

b)   Fase yawm-al basyr

c)    Fase mizan

d)   Fase shirath

e)    Fase masuk neraka atau surge.

Mengenai faktor yang mempengaruhi perkembanga manusia, dalam islam juga diakui adanya pengaruh faktor hereditas dan pembawaan yang diturunkan. Hal ini dinayatakan dalam salah satu hadits rasulullah SAW bahwa dalam memilih jodoh harus memperhatikan empat hal, yaitu harta, keturunan, kecantikan, dan agama. Kemudian dianjurkan agar lebih mempertimbangkan agamanya agar kelak mencapai rumah tangga yang bahagia dan selamat dunia akhirat. Dalam salah satu hadits dinyatakan bahwa pada dasarnya manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah, namun kemudian kondisi lingkungan yang diberikan oleh orang tuanya menjadikan anak sebagai yahudi, nasrani, atau majusi.


No comments: