BAB KESEBELAS PERBEDAAN INDIVIDUAL


 

A.      Pendahuluan

Perbedaan individual diantara anak didik merupakan hal yang tidak mungkin dihindari, karena hampir tidak ada kesamaan yang dimiliki oleh manusia kecuali perbedaan itu sendiri. Individu menunjukkan kedudukan seseorang sebagai orang perorangan atau perseorangan. Perbedaan dalam perbedaan individu menururt Landgren menyangkut variasi yang terjadi, baik variasi pada aspek fisik maupun psikologis.

Dilingkungan pendidikan,ditemukan perbedaan individual anak didik cukup banyak, yang semuanya merupakan ciri kepribadian anak didik sebagai individu. Suharsimi Arikunto melihat kepribadian anak didik itu mencakup aspek jasmani, agama, intelektual, social, etika, dan estetika.

Diantara berbagai perbedaan individual yang dimiliki anak didik, berikut akan dibahas beberapa aspek perbedaan, yaitu: biologis, psikologis, inteligensi, bakat dan perbedaan individual lainnya.

 

B.       Perbedaan Biologis

Perbedaan biologis anak didik secara umum terkadang menimbulkan perlakuan yang berbeda dari pendidik atau guru. Sebagian guru merupakan unsur biologis dalam penilaiannya terhadap siswa. Hal ini sering menyebabkan guru menjadi bersifat pilih kasih. Pada siswa yang secara “fisik” baik akan lebih bersikap baik, sedang pada siswa yang secara fisik kurang menguntungkan bersikap sebaliknya. Sikap membeda-bedakan ini pada akhirnya dapat berpengaruh negative pada sikap siswa terhadap guru dan hasil belajarnya secara keseluruhan.  

 

C.      Perbedaan Psikologi

Perbedaan psikologis pada siswa mencakup perbedaan dalam, minat, motivasi dan kepribadian. Ketiga faktor psikologis ini berkolaborasi positif dengan hasil belajar yang dicapai. Anak yang memiliki minat dan motivasi yang rendah sebaiknya dimasukkan kedalam kelompok anak yang memiliki minat dan motivasi yang tinggi agar anak yang kurang termotivasi menjadi lebih termotivasi. Dalam menempatkan anak yang pendiam, guru harus melihat apakah dengan memasukkan ke dalam kelompok anak yang suka berbicara akan membuatnya tambah pendiam ataukah membuatnya menjadi suka berbicara juga dan sebagainya.

 

D.      Perbedaan Bakat

Meski istilah bakat dan inteligensi sering digunakan dengan maksud yang sama, namun bakat hanyalah salah satu karakteristik inteligensi. Para ahli berbeda pendapat dalam mendefenisikan bakat. Menurut William B.Michael, bakat merupakan kapasitas individu, atau potensi hipotetik, untuk memperoleh pola perilaku tertentu terkait dengan kinerja tugas, yang sedikit sekali tergantung pada latihan.

Meski para ahli berbeda pendapat tentang defenisi bakat, namun mereka sepakat tentang pentingnya peran bakat dalam belajar. Sifat khas yang bersumber pada bakat besar peranannya dalam proses belajar. Sudah menjad asumsi umum bahwa seorang akan lebih berhasil kalau dai belajar dalam bidang yang sesuai dengan bakatnya. Sayangnya, mengenal bakat seseorang itu bukanlah mudah. Untuk mengenal bakat adalah tes yang dirancang untuk memprediksi potensi belajar selanjutnya dan  untuk mengukur kemampuan umum yang dikembangkan dalam jangka waktu yang lama. Tes bakat umumnya digunakan dalam seleksi dan tes penempatan, dan sangat berkolaborasi dengan tes prestasi.

 

E.       Perbedaan Individual Lainnya

Perbedaan individual lainnya yang banyak diteliti oleh para ahli adalah perbedaan jenis kelamin, perbedaan etnis, dan perbedaan kondisi ekonomi. Ada empat teori yang menjelaskan perbedaan gender dalam kinerja kognitif, yaitu:

1.      Pandangan genetic/fisiologis yang menyatakan bahwa gen laki-laki menentukan morfologi otak yang berbeda dengan gen perempuan.

2.      Pandangan sosialisasi yang menyatakan bahwa perbedaan gender dalam kinerja kognitif adalah dikarenakan nilai-niali yang melekat dalam masyarakat yang disalurkan pada siswa oleh keluarga, teman sebaya, dan guru.

3.      Pandangan differential course work/experience yang disebabkan perbedaan pengalaman, dan perbedaan ini disebabkan perlakuan yang diberikan secara berbeda terhadap anak laki-laki dan perempuan.

4.      Pandangan proses kognitif yang menayatakan bahwa perbedaan tersebut diakibatkan perbedaan pengetahuan danstrategi kognitif yang digunakan (laki-laki lebih baik dari perempuan).

Perbedaan gender lebih banyak disoroti karena dianggap paling banyak muncul dalam proses pembelajaran secara umum.


No comments: